Cara Mengatasi Puting Sakit Saat Menyusui

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Cara Mengatasi Puting Sakit Saat Menyusui

Saat menyusui, puting sakit dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti posisi menyusui yang kurang tepat, lecet atau iritasi pada puting, infeksi, serta kondisi seperti vasospasme. Kondisi ini pasti membuat ibu tidak nyaman, maka dari itu cari tahu cara mengatasi puting sakit saat menyusui selengkapnya dalam artikel ini. 

Penyebab Puting Sakit saat Menyusui 

Puting yang sakit saat menyusui dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk:

Posisi Bayi yang Tidak Tepat

Posisi bayi yang kurang tepat saat menyusu bisa menyebabkan gesekan atau tekanan berlebih pada puting, menyebabkan lecet atau iritasi. Cara bayi menggigit puting saat menyusu juga bisa menyebabkan rasa sakit puting susu.

Lecet atau Robekan pada Puting

Gesekan yang berulang saat menyusui, penggunaan pompa ASI yang kurang tepat, atau penggunaan bra yang tidak sesuai ukuran bisa menyebabkan lecet atau kerusakan pada kulit puting susu.

Infeksi

Infeksi seperti mastitis atau infeksi jamur pada payudara (yang biasanya disebut thrush) juga dapat menjadi penyebab puting sakit selama menyusui.

Infeksi seperti mastitis atau radang pada saluran susu dapat menyebabkan nyeri pada puting susu. Infeksi ini biasanya disertai dengan gejala lain seperti demam, kemerahan, atau pembengkakan pada payudara.

Vasospasme

Vasospasme adalah kondisi di mana pembuluh darah pada puting susu mengecil secara tiba-tiba, yang dapat menyebabkan nyeri, rasa dingin, atau perubahan warna pada puting susu pada ibu yang sedang menyusui. 

Efek dari Produk Perawatan Payudara

Penggunaan produk perawatan payudara yang mengandung bahan tertentu juga dapat menyebabkan iritasi atau alergi, menyebabkan ketidaknyamanan pada puting saat menyusui.

Cara Mengatasi Puting Sakit Saat Menyusui 

Seringkali Ibu muda yang baru melahirkan banyak mengalami kendala dalam menyusui anak. Masalah yang sering dikeluhkan oleh Ibu yang menyusui adalah puting yang lecet saat menyusui. Padahal menyusui adalah aktivitas yang intim bagi Ibu dan bayi. 

Ada beberapa tips menyusui yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini.

1. Pastikan Posisi Menyusui Bayi Benar

Saat akan menyusui, tunggu bayi membuka mulut. Akan lebih baik bila membuka mulut dengan lebar. Ibu akan dapat merasakan puting Ibu berada di langit-langit mulut bayi. Posisi ini yang paling benar sehingga bayi akan mendapatkan ASI dalam jumlah banyak.

2. Kompres Payudara Sebelum Menyusui

Yang pertama Ibu dapat mulai menyusui dengan puting yang tidak sakit dengan membuat puting payudara lembab. Caranya, kompres dengan kain basah yang menggunakan air hangat. 

Lakukan ini sebelum Ibu menyusui bayi. Setelah menyusui, kompres payudara dengan air garam. Lakukan selama 1 menit untuk menghilangkan nyeri. Namun, Ibu jangan membersihkan puting dengan sabun atau alkohol.

3. Posisi yang Nyaman untuk Ibu saat Menyusui

Penyebab utama puting lecet adalah posisi menyusui yang salah. Sebagai informasi, posisi cradle hold adalah posisi yang terbaik. Cocok untuk Ibu yang pertama kali mempunyai bayi. 

Cara melakukan cradle hold adalah dengan menggendong bayi di depan perut, pastikanlah tubuh bayi menempel di perut Ibu sehingga bayi akan lebih mudah menemukan puting Ibu.

Pada kenyataannya bayi bukanlah menghisap puting Ibu saat sedang menyusui. Bayi menghisap bagian areola payudara Ibu. Areola adalah bagian gelap di sekitar puting payudara. 

Posisi cradle hold inilah yang dapat meningkatkan produksi ASI untuk bayi. Akan tetapi, Ibu dianjurkan untuk menyusui bayi sebelum bayi sangat lapar, agar bayi tidak menghisapnya terlalu kuat.

Lecet juga sering terjadi akibat salah menarik puting. Setelah selesai menyusui, jangan langsung menarik puting Ibu. Perlahan buka mulut bayi, tekan dagu bayi secara lembut dengan jempol, lalu letakkan ujung jari Ibu di mulut bayi juga.

4. Menyusui Setiap 2 sampai 3 Jam Sekali

Bayi yang baru lahir memiliki perut yang kecil dan sangat mudah lapar. Jadi tidak heran kalau mereka perlu makan lebih sering. Kalau membuat bayi menunggu terlalu lama, bisa membuatnya kelaparan dan menjadi agresif ketika menyusu.

Memberi jeda menyusui terlalu lama juga bisa membuat payudara lebih padat dan keras. Hal ini bisa membuat bayi kesulitan untuk menyusu dengan baik.

5. Jaga Kesehatan Kulit Payudara dan Puting

Selain posisi, kebersihan puting Ibu juga penting. Bersihkanlah puting secara rutin. Ganti pad penyerap ASI secara berkala dan setelah selesai oleskan ASI di puting Ibu. 

Hal ini dimaksudkan karena ASI dapat melembutkan puting dan mengurangi rasa sakit. Lalu angin-anginkan atau dinginkan puting supaya kering sehabis diolesi ASI. Setelah puting kering, barulah ibu gunakan bra.

Ibu juga dapat berkonsultasi kepada konselor laktasi. Biasanya jasa ini disediakan oleh tempat bersalin. Mereka dapat memberikan banyak tips untuk Ibu menyusui. Gunakan kesempatan ini untuk banyak belajar. Jadi, ketika Ibu pulang beraktivitas dan harus menyusui, Ibu dapat menangani sendiri masalah ada.

Agar proses menyusui lancar, Ibu juga perlu memenuhi kebutuhan nutrisi agar ASI banyak. Yuk, konsumsi minuman pelancar ASI berikut ini: Daftar Minuman Pelancar ASI yang Wajib Ibu Tahu. 

Referensi: 

  • Kids Health. Breastfeeding FAQs: Pain and Discomfort. https://kidshealth.org/en/parents/breastfeed-discomfort.html. (Diakses pada 21 Desember 2023).
  • NHS. Breast pain and breastfeeding. https://www.nhs.uk/conditions/baby/breastfeeding-and-bottle-feeding/breastfeeding-problems/breast-pain/. (Diakses pada 21 Desember 2023).