Selama masa kehamilan, tubuh Ibu membutuhkan asupan nutrisi yang jauh lebih banyak daripada biasanya. Salah satu nutrisi penting yang wajib Ibu perhatikan adalah protein. Protein tak hanya berfungsi memberikan energi, tetapi juga mendukung pertumbuhan janin serta menjaga kesehatan tubuh Ibu selama kehamilan.
Meski sangat penting, sayangnya masih banyak ibu hamil yang kurang menyadari bahwa kebutuhan protein pada tiap trimester kehamilan berbeda-beda. Nah, agar janin dalam kandungan tumbuh sehat dan optimal, Ibu perlu tahu berapa banyak asupan protein yang diperlukan serta bagaimana cara memenuhinya dengan baik. Yuk, simak pembahasannya di sini!
Kebutuhan protein ibu hamil berbeda tergantung pada usia kehamilan. Pada trimester pertama hingga usia kehamilan 20 minggu, kebutuhan protein ibu hamil sekitar 1,22 gram per kilogram berat badan per hari. Jadi, bila berat badan Ibu adalah 55 kg, kebutuhan protein harian kurang lebih 67 gram.
Sementara itu, saat kehamilan sudah memasuki trimester kedua (setelah 20 minggu) hingga trimester ketiga, kebutuhan protein Ibu meningkat menjadi sekitar 1,52 gram per kilogram berat badan setiap hari. Pada kondisi berat badan yang sama (55 kg), kebutuhan protein harian menjadi sekitar 83 gram per hari.
Jumlah ini tentu saja bisa berbeda-beda tergantung kondisi fisik, tingkat aktivitas, dan kebutuhan khusus selama kehamilan. Untuk mendapatkan angka pasti, Ibu sangat disarankan untuk melakukan konsultasi rutin dengan dokter atau ahli gizi selama masa kehamilan.
Protein memiliki peranan yang sangat penting selama masa kehamilan. Nutrisi ini tidak hanya dibutuhkan untuk menjaga kesehatan Ibu, tetapi juga untuk mendukung tumbuh kembang janin yang sehat. Berikut beberapa fungsi utama protein bagi ibu hamil dan janinnya:
Protein berperan sebagai zat pembangun sel dan jaringan tubuh, termasuk organ-organ vital seperti jantung, paru-paru, dan otak janin. Oleh sebab itu, asupan protein yang cukup akan sangat berpengaruh terhadap kualitas pertumbuhan bayi dalam kandungan, terutama di trimester pertama dan kedua saat pembentukan organ terjadi secara masif.
Kecukupan protein juga dapat mengurangi risiko komplikasi kehamilan, seperti preeklamsia dan kelahiran bayi dengan berat badan rendah. Protein membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, tekanan darah, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh ibu hamil.
Asupan protein yang cukup membantu meningkatkan energi, memperbaiki otot, serta mengurangi risiko anemia selama kehamilan. Protein juga membantu menjaga berat badan Ibu tetap ideal, sehingga proses pemulihan tubuh setelah melahirkan pun berjalan lebih cepat.
Protein juga penting dalam pembentukan plasenta, yang berfungsi sebagai saluran nutrisi dari Ibu kepada janin. Plasenta yang sehat akan memastikan janin mendapatkan semua nutrisi penting selama masa pertumbuhannya di dalam rahim.
Ada banyak jenis makanan yang bisa menjadi sumber protein sehat selama masa kehamilan, antara lain daging merah seperti sapi dan kambing, ikan seperti salmon, tuna, dan sarden, telur, susu kehamilaan, serta kacang-kacangan seperti kacang kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau.
Selain protein hewani, protein nabati juga bisa menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan harian, terutama bagi ibu yang vegetarian. Beberapa sumber protein nabati terbaik seperti tahu, tempe, lentil, quinoa, dan chia seed juga mengandung zat besi dan asam folat yang sangat penting dalam menunjang kehamilan sehat.
Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan kembang kol pun kaya akan protein serta zat besi yang dapat membantu mencegah anemia selama masa kehamilan.
Kekurangan protein selama kehamilaan dapat berdampak negatif, baik bagi kesehatan Ibu maupun perkembangan janin. Berikut beberapa tanda Ibu mungkin kekurangan protein selama masa kehamilan:
Agar kebutuhan protein harian Ibu terpenuhi dengan baik selama masa kehamilan, berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan secara mudah:
Pemenuhan protein selama masa kehamilan tak bisa diabaikan begitu saja, sebab efeknya sangat penting untuk kesehatan dan perkembangan janin. Yuk, mulai penuhi kebutuhan protein Ibu dengan berbagai makanan lezat dan sehat setiap hari. Jangan lupa, selalu imbangi dengan pola makan sehat, rutin berolahraga ringan, dan berkonsultasi dengan dokter kandungan secara teratur untuk kehamilan yang sehat dan lancar hingga waktu persalinan tiba.
Sebagai tambahan informasi, Ibu bisa mengonsumsi susu PRENAGEN mommy yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Yuk, pelajari lebih lanjut mengenai manfaat susu PRENAGEN untuk kehamilan yang lebih sehat di sini: PRENAGEN mommy, emesis, LOVA, untuk Ibu Hamil.